Kota Bogor BEBAS SAMPAH

Wujudkan komitmen untuk membuat Sungai Ciliwung di Kota Bogor BEBAS SAMPAH

Warga Bogor tidak Buang Sampah lagi ke Sungai CIliwung
Satukan Gerak Langkah Warga - Ciliwung

Lokasi Kegiatan dan Acara:

Lapangan Lebak Kantin

SEMPUR - BOGOR

Minggu 14 Maret 2010
Semangat Pantang KenduRRR
oleh Anak Peri pada 28 Oktober 2009

Biar saja keadaan Ciliwung sekarang ini menjadi musuh bersama, karena mungkin hanya itulah cara untuk menjaga semangat tetap hot dan tindakan tetap seirama untuk memerdekakan diri bersama-sama. Ciliwung bersih akan menjadi budaya. Budaya yang memerdekakan orang beserta keturunannya dari bencana dan nasib buruk lainnya. Mari Merdeka ....

Logo komunitas Peduli Ciliwung
KompetiSi CiliwunG BersiH
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Juli - 25 - 2009

Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Indonesia yang ke-64, sejumlah warga Bogor yang tergabung dalam Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) akan menyelenggarakan kegiatan pembersihan sampah Ciliwung di Kota Bogor. Kegiatan ini berjudul Kompetisi Pemulungan Sampah Ciliwung Antar Kelurahan dengan tema “Ciliwung Bersih, Warga Merdeka”. ...

Ciliwung Bersih Warga Merdeka
Tjiliwoeng ber-Gojang
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Juni - 2 - 2009

“Ayoo Mang … jangan malu2. Kang Dadaaang … paling cakep, hayu goyang bareng saya. Jangan lupa mari kita goyang untuk Ciliwung tercinta …”

Orkes Melayu Gerobak Dorong
Impian Anda dan Kami
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Maret - 31 - 2009

'Sungai yang indah, berair bening dan sejuk bukanlah hal tidak bisa didapatkan'. Apalagi jika dihias pepohonan rindang dan pokok bambu di tepiannya. Bukankah ini mimpi yang kita dambakan ? ...

Mari turut dalam Aksi Ciliwung Bersih
Selamat Hari Air Sedunia
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Maret - 22 - 2009

Sungguh indah bisa meluangkan waktu, walau hanya beberapa saat, mengotori diri kita dari pagi hingga siang. Hanya ini lah yang dapat kami lakukan, melihat yang terjadi dan mencoba turut menganyunkan lengan, membuka jemari kita, dan meraih apa yang telah kita buang tuk tempatkan kembali ke tempatnya dengan baik.

Mari turut dalam Aksi Ciliwung Bersih
AKSI Pertama - Bersih Ciliwung
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Maret - 15 - 2009

Pada hari minggu 15 Maret 2009, kita telah turun membersihkan Sungai Ciliwung di beberapa titik. Acara dimulai dari jam 06:30 s/d 13:00 WIB, di sekitar lapangan sempur. Aksi bersih dan mulung sampah Ciliwung ini di dihadiri oleh lebih kurang 80 orang, yang terdiri atas bebrapa kelompok, tersebutlah Komunitas Kampoeng Bogor, Telapak, Gekko, Lawalata, Forest Watch Indonesia dan teman-teman dari TN Gunung Gede Pangrango dan kawan dari Kebun Raya Bogor. Sukes untuk kita semua, ....

Ciliwung Rusak - Hirup Balangsak
TJILIWOENG DREAMS
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Feb - 22 - 2009

wadah bagi upaya Mewujudkan Mimpi-Mimpi Warga tentang Sungai Ciliwung. Mimpi akan sungai yang indah, berair bening dan sejuk. Dihias rindang pepohonan dan pokok bambu di tepiannya. Ditingkah aktivitas warga yang memancing ikan, mandi dan mencuci. Tanpa tumpukan sampah kotor dan limpahan air coklat penyebab banjir di hilirnya

About Tjiliwoeng Dreams
Dari Katulampa hingga Pasar Bogor
Posted by Tjiliwoeng Dreams On March - 3 - 2009

Beberapa waktu lalu saya iseng2 mencoba menyusuri Ciliwung dari Katulampa sampai Pasar Bogor. Sebelumnya saya pernah bermimpi tentang Tjiliwoeng Tempo Doeloe yang asri, indah, airnya bening, banyak anak kecil yang mandi dan bermain di sungai, serta ibu2 yang asik mencuci pakaian di tepiannya. Penyusuran yang saya lakukan kali ini bukanlah mimpi, namun kenyataan sesungguhnya yang saya temukan. Tujuan saya kala itu hanya satu, ingin tahu darimana asal tumpukan sampah di Ciliwung (Kota Bogor) dan apa penyebab sulitnya memancing ikan di sana.

Debit air dari Bendungan Katulampa
Susur Ciliwung ... Asik
Posted by Tjiliwoeng Dreams On Jan - 28 - 2009

Untuk kesekian kalinya saya bersama segerombolan kecil teman2 (tanpa nama) kembali turun kali Ciliwung. Masih dengan semangat membara menuju Ciliwung baik dan bersih, walau harus dilakukan sendiri. Kami memotret lokasi2 penumpukan sampahdi sepanjang Ciliwung dan sekaligus mencoba memetakannya secara sederhana. Tidak muluk2, hanya di seputar kota Bogor. Dari bendungan Katulampa, hingga ke perbatasan dengan Cilebut.

Ngapain tuh mbuntutin orang ...

Peduli Ciliwung Bersama Karyawan Artajasa dan Warga Sempur

Pengirim Tjiliwoeng Dreams On Jumat, Juni 14, 2013 0 Komentar
Bogor|Kotahujan.com-Tagline Ciliwung Ruksak Hirup Balangsak (Ciliwung rusak hidup sengsara) yang diusung Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) Bogor, tampaknya mulai berarti bagi masyarakat. Seperti halnya Artajasa, salah satu unit usaha pembayaran elektronik di Jakarta. Banjir yang sering terjadi di Jakarta mengakibatkan kerugian yang meluas baik secara sosial maupun ekonomi. Ini berpengaruh secara ekonomi/finansial terhadap infrastruktur yang dimiliki Artajasa yang tersebar di Jakarta. Alasan inilah yang kemudian mendorong PT. Artajasa Pembayaran Elektronis menggelar kegiatan bakti Ciliwung di Bogor pada Sabtu (15/6/2013) besok. Sebagai informasi, Artajasa merupakan perusahaan yang bergerak di industri sistem pembayaran dimana salah satu layanan yang dimiliki Artajasa adalah ATM Bersama. Ketika banjir melanda Jakarta medio Januari 2013 lalu, seluruh akses terhambat karena jalanan terkena banjir. Para nasabah perbankan yang tidak dapat melakukan transaksi di jaringan ATM Bersama. Tentunya bencana banjir ini merugikan semua pihak.

Serangkaian kegiatan siap digelar bersama KPC dan warga masyarakat Sempur, seperti mulung sampah, tanam pohon dan melakukan pemantauan kualitas air. Kegiatan ini diwujudkan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat dan lingkungan yang merupakan program CSR Artajasa. 

“Kami memilih melakukan kegiatan tersebut dan Ciliwung dipilih karena sungai ini memiliki dampak paling luas ketika musim hujan terhadap banjir yang terjadi di Jakarta. Kami libatkan juga masyarakat sekitar dengan mitra KPC Bogor yang selama ini kegiatannya fokus dalam kepedulian terhadap Sungai Ciliwung,” jelas Yudhi Adhitya, Ketua Tim Panitia “GAPURA” CSR Artajasa. 

Turun bersama ke Ciliwung oleh Artajasa dan KPC dikemas menjadi kegiatan menarik dan ‘fun’. Aktifitas mulung, tanam pohon dan pemantauan kualitas air menjadi berbeda karena Artajasa menyiapkan doorprize menarik untuk warga. Titik kumpul kegiatan dipusatkan di lokasi mesin pencacah plastik KPC. 

Karyawan Artajasa akan berbaur bersama warga di 4 RW Kelurahan Sempur untuk menyukseskan kegiatan ini. Dari kegiatan ini diharapkan akan semakin memupuk rasa kepedulian warga atau masyarakat sekitar sungai ciliwung terhadap pentingnya menjaga kebersihan sungai Ciliwung.

“Harapan kita secara khusus nantinya dapat meningkatkan rasa kepedulian karyawan Artajasa terhadap kebersihan, kapanpun dan dimanapun, serta rasa sosial terhadap warga atau masyarakat sekitar sungai Ciliwung,” tambah Yudhi. Yudhi juga menegaskan bahwa di masa mendatang, dimungkinkan diadakan kegiatan yang lebih bervariasi dan bermanfaat jangka panjang baik terhadap kebersihan sungai Ciliwung maupun terhadap kesejahteraan warga sekitar. 

Sementara itu Koordinator KPC Bogor menyambut positif kegiatan yang akan berlangsung Sabtu besok. Menurutnya siapapun bisa mengekspresikan kepedulian pada Ciliwung dengan berbagai cara, yang terpenting upaya ini harus menjadi kesadaran bukan beban untuk dilakukan. 

“Ini menjadi salah satu upaya lain kita untuk menggerakkan warga Bogor tidak lagi buang sampah ke Ciliwung,” tandas Een Irawan Putra, Koordinator KPC Bogor. Sebelumnya KPC Bogor sukses menggelar Lomba Mulung Sampah Ciliwung dan Bakti Sosial berupa pengobatan gratis untuk warga bantaran Ciliwung. 

Penulis : Anggit Saranta
Tags : ,
Links: | edit post Bookmark and Share

18 Dokter Turun ke Bantaran Sungai Ciliwung

Pengirim Tjiliwoeng Dreams On Rabu, Juni 12, 2013 0 Komentar
Bogor|Kotahujan.com-Minggu pagi (9/6/2013), Kantor Kelurahan Sempur Bogor mendadak berubah menjadi puskesmas. Petugas medis yang tergabung dalam Paguyuban Dokter Bogor mengisi meja-meja kerja pegawai kelurahan untuk melayani warga yang memeriksakan kesehatan mereka.

Pasalnya, Komunitas Peduli Ciliwung Bogor (KPC Bogor) bekerja sama dengan Badan Sosial Lintas Agama (BASOLIA) dan Paguyuban Dokter Bogor mengadakan Bakti Sosial berupa pengobatan gratis untuk warga bantaran sungai ciliwung di Kota Bogor. Kegiatan ini diadakan di Kantor Kelurahan Sempur mulai pukul 09.00 – 14.00 WIB dengan melibatkan 18 dokter dan 30 relawan serta para medis.

Masyarakat Sempur antusias dengan adanya pengobatan gratis ini. Data yang diperoleh dari panitia bahwa pasien yang datang untuk berobat berjumlah 437 orang. 

Berdasarkan catatan dari resep obat yang diberikan oleh para dokter, penyakit yang paling banyak ditemukan adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yaitu berjumlah 110 orang, Darah tinggi atau Hipertensi berjumlah 76 orang, Maag 70 orang. Selain itu, juga ditemukan beberapa penyakit minor seperti ngilu (sakit kaki), penyakit kulit dan alergi. Satu orang ditemukan mempunyai penyakit jantung bawaan. 

Kondisi lingkungan (sungai) berkaitan erat dengan kesehatan warga sekitar sungai Ciliwung. Berbagai penyakit bersumber pada buruknya sanitasi dan sumber air yang kotor. Pengobatan gratis ini merupakan inisiatif untuk melakukan tindakan pencegahan dan mendeteksi penyakit yang diderita warga sekitar sungai. 

Dr. Yenni Vandalita, dari Paguyuban Dokter Bogor mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di sekitar sungai Ciliwung. Harapannya masyarakat sadar bahwa kebersihan air sungai erat kaitannya dengan kesehatan masyarakat itu sendiri. “Melalui kegiatan ini mereka diajak untuk tidak membuang sampah ke sungai, bukan hanya untuk mencegah banjir, namun juga mencegah terjadinya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan air”, kata Yenny. 

Koordinator KPC Bogor, Een Irawan Putera mengatakan bahwa kegiatan pengobatan gratis ini merupakan salah satu bentuk kampanye untuk mengajak warga bogor menjaga kebersihan sungai Ciliwung. “Selama ini KPC Bogor dikenal dengan mulung sampah. Kami ingin menggunakan cara-cara lain untuk mengajak masyarakat peduli kelestarian sungai ciliwung, salah satunya dengan pengobatan gratis ini” kata Een. 

Kegiatan bakti sosial yang bertemakan “Ciliwung Bersih, Masyarakat Sehat” ini rencananya akan dilakukan di 12 kelurahan di sepanjang aliran Sungai Ciliwung di Kota Bogor. Diharapkan terciptanya kesadaran masyarakat bahwa menjaga kebersihan sungai artinya menjaga kesehatan masyarakat itu sendiri. 

Penulis: Annas Radin Syarif 
Editor: Een Irawan Putra  

Sumber: http://www.kotahujan.com/18-dokter-turun-ke-bantaran-sungai-ciliwung/
Tags : ,
Links: | edit post Bookmark and Share
Bogor, 7 Juni 2013- Komunitas Peduli Ciliwung Bogor (KPC Bogor) akhirnya tercatat di Museum Rekor Dunia-Indonesia setelah mengadakan kegiatan Lomba Mulung Sampah Antar Kelurahan Se-Kota Bogor ke-5. MURI memberikan piagam penghargaan kepada KPC Bogor atas rekor “Lomba Memulung Sampah Sungai Oleh Peserta Terbanyak”. Sejumlah 2,458 warga Bogor turun ke Sungai Ciliwung pada Sabtu lalu (1/06) untuk ikut aksi dalam membersihkan Sungai Ciliwung. Mereka memungut sampah yang mengalir di sungai juga yang terdapat di bantaran. Sebanyak 2,678 karung berisi sampah anorganik berhasil diangkat oleh warga Kota Bogor dari Sungai Ciliwung.

Setelah selama lima tahun KPC Bogor menginisiasi kegiatan Lomba Mulung Sampah Ciliwung antar Kelurahan se-Kota Bogor, tahun ini adalah tahun yang sangat spesial bagi KPC Bogor dan Pemerintah Kota Bogor. Selain kegiatan lomba mulung sampah Ciliwung sudah menjadi agenda resmi Pemerintah Kota Bogor, kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari banyak pihak. KPC Bogor dan Pemerintah Kota Bogor secara konsisten melaksanakan sebuah kegiatan tahunan yang bertujuan untuk pelestarian Sungai Ciliwung. Sepanjang lima tahun terakhir, Lomba Mulung Sampah Ciliwung di Kota Bogor telah diikuti oleh 6136 warga dan telah berhasil mengangkat sampah anorganik sebanyak 9346 karung ukuran 25 kg serta dinilai oleh 480 orang juri.

Ngadri yang mewakili Museum Rekor Dunia-Indonesia menyampaikan bahwa kegiatan yang diinisiasi KPC Bogor layak untuk mendapatkan penghargaan Rekor Indonesia. Kontinuitas dan keterlibatan berbagai pihak serta warga sendiri dalam melakukan aksi bersih sungai merupakan ide yang sangat menarik. “Awalnya kami harus melihat dan melakukan pengecekan terlebih dahulu di data yang kami punya, apakah kegiatan seperti ini sudah dilakukan atau belum. Kegiatan KPC Bogor awalnya kami kira sama seperti yang dilakukan masyarakat di sekitar Sungai Cikapundung, Bandung yang sudah mendapatkan Rekor MURI dalam aksi bersih Sungai Cikapundung. Tapi ternyata ini berbeda, di Cikapundung masyarakatnya menggunakan ban dalam atau kukuyaan dalam membersihkan Sungai Cikapundung. Lomba mulung sampah Ciliwung ternyata melibatkan lebih banyak peserta yaitu warga bantaran dan berkelanjutan” ungkap Ngadri. 

KPC Bogor secara resmi akan mempublikasikan Rekor MURI pada Jumat malam tanggal 7 Juni 2013 di Kedai Telapak, Gedung Alumni IPB, Jalan Pajajaran Bogor pada pukul 19.00-21.00 WIB. Publikasi Rekor MURI ini sekaligus ajang kumpul bersama KPC Bogor dengan para relawan yang sudah membantu dan menyukseskan kegiatan lomba mulung sampah di Sungai Ciliwung. 

Koordinator Komunitas Peduli Ciliwung, Een Irawan Putra menyampaikan bahwa tercatatnya lomba mulung sampah Ciliwung di Museum Rekor Dunia-Indonesia menunjukkan semangat kebersamaan warga bantaran Sungai Ciliwung dengan Pemerintah Kota Bogor dalam menyelamatkan Sungai Ciliwung sudah tumbuh dengan baik. Hal ini juga dibuktikan dengan banyaknya relawan yang terlibat pada saat kegiatan berlangsung. “Banyak pihak yang bergabung menjadi relawan untuk mendampingi warga membersihkan Sungai Ciliwung. Warga juga sangat antusias menyambut kegiatan lomba mulung yang dilakukan setiap tahun ini. Semoga tahun berikutnya menjadi semakin meriah, menjadi ikon baru untuk Kota Bogor dalam peringatan Hari Jadi Bogor serta menjadi sebuah pesta rakyat. Warga menjaga dan merawat Sungai Ciliwung dalam suasana riang gembira” kata Een. 

Walikota Bogor Diani Budiarto menyambut baik apa yang sudah diinisiasi oleh Komunitas Peduli Ciliwung Bogor. Pemerintah Kota Bogor tetap terus mendukung inisiatif warga Kota Bogor yang tergabung dalam komunitas untuk menjaga dan melestarikan Sungai Ciliwung yang mengalir disepanjang Kota Bogor. “Rekor Dunia-Indonesia yang diberikan oleh MURI membuktikan bahwa Pemerintah Kota Bogor memiliki komitmen yang tinggi terhadap upaya penyelamatan Sungai Ciliwung. Lomba mulung sampah Ciliwung sudah menjadi sebuah agenda resmi dalam salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor” ungkap Diani. 

KONTAK 

Een Irawan Putra, Koordinator Komunitas Peduli Ciliwung Bogor mobile phone: 0813 88041414, e-mail: irawanputra@gmail.com 

Ngadri, Museum Rekor Dunia Indonesia mobile: 081381899979 

Anggit Saranta, Permintaan dokumentasi foto mobile phone: 0813 88227270, e-mail: anggitworld@gmail.com 

CATATAN UNTUK EDITOR: 

• Sungai Ciliwung mengalir sepanjang 117 km dari wilayah hulunya di Cagar Alam Telaga Warna (Puncak) hingga bermuara di Teluk Jakarta. Aliran sungai ini melintasi wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, dan Provinsi DKI Jakarta. 

 • Terdapat 12 kelurahan yang menjadi peserta Lomba Mulung Ciliwung tahun ini yaitu Kelurahan Tajur, Kelurahan Sindang Rasa, Kelurahan Katulampa, Kelurahan Sukasari, Kelurahan Babakan Pasar, Kelurahan Baranangsiang, Kelurahan Sempur, Kelurahan Bantarjati, Kelurahan Kedung Badak, Kelurahan Cibuluh, Kelurahan Kedung Halang dan Kelurahan Tanah Sareal. 

 • Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) adalah sebuah komunitas warga yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian Sungai Ciliwung. Komunitas ini berbasis di Bogor. Informasi lebih detil tentang kompetisi dan komunitas ini dapat diperoleh di www.tjiliwoeng.blogspot.com 

------------------------------------

English Version

PRESS RELEASE 
Picking up Trash from Ciliwung River break MURI

June 7, 2013 – Ciliwung River Care Community (Komunitas Peduli Ciliwung/KPC) Bogor is finally recognized by Indonesia - World Record Museum (MURI) for its fifth picking up trash competition, as the “Picking up trash competition with the most participants”. As much as 2,458 people from Bogor went down to the river last Saturday, June 1st, to clean up the river. They scavenged garbage from the stream and also on the riverbanks, and collected 2,678 sacks of inorganic garbage. 

After five years consistently doing this activity, this year has become a special year for KPC Bogor and Bogor government. There has been 6,163 participants and 9,346 25kg-sacks of inorganic garbage collected, and assessed by 480 judges.

Ngadri, representing MURI, conveys that the activity initiated by KPC Bogor deserves an award record. The continuity and involvement of various parties as well as the residents in cleaning the river is a very interesting idea. “First, we must check in advance on the data we have, whether such activity has already been carried out or not. We thought KPC Bogor’s activity was the same as the community around Cikapundung river’s in Bandung, that had gotten a MURI record. But it is in fact different. People there used tubes or kukuyaan in cleaning the Cikapundung. The one in Ciliwung turns out involving more participants who are the residents living on the riverbanks and more sustainable”, said Ngadri. 

KPC Bogor will officially publish MURI record on Friday night (7-8 pm), June 7th, 2013, in Kedai Telapak, Gedung Alumni IPB, on Jalan Pajajaran Bogor. This will also be a gathering between KPC Bogor and the volunteers helped supporting this competition. 

KPC coordinator, Een Irawan Putra, said that the record awarded for this competition shows the spirit of togetherness between the residents on the Ciliwung riverbanks and the Bogor city government in saving the Ciliwung River has grown well. This is also showed by the increasing number of volunteers involved in the activity. “Many parties volunteered to clean Ciliwung river. Residents are also waiting enthusiastically for this yearly competition. Hopefully, it will be merrier next year and become a new icon for Bogor city in celebrating its anniversary. Let people care for Ciliwung river happily”, he said. 

The mayor of Bogor, Diani Budiarto, welcomes very well what has KPC Bogor been initiated. Bogor government will keep supporting KPC’s initiative to guard and preserve Ciliwung river flowing along Bogor city. “The MURI record given proved that Bogor city government has a high commitment to safe Ciliwung river. This competition is now an official agenda adjacent to Bogor’s anniversary”, Diani stated. 

CONTACT 
Een Irawan Putra, Komunitas Peduli Ciliwung Bogor Coordinator. mobile phone: 0813 88041414, e-mail: irawanputra@gmail.com 

Ngadri, Indonesia World Record Museum. mobile: 081381899979 

Anggit Saranta, Documentation and photo request. mobile phone: 0813 88227270, e-mail: anggitworld@gmail.com 

NOTE FOR EDITOR: 

• Ciliwung river flows 117 km from Telaga Warna Conservatory in Puncak to Jakarta Bay. This river flows through Bogor regency, Bogor city, Depok city, and DKI Jakarta. 

• There are 12 villages participated in this year Picking up trash competition. Those villages are Tajur, Sindang Rasa, Katulampa, Sukasari, Babakan Pasar, Baranangsiang, Sempur, Bantarjati, Kedung Badak, Cibuluh, Kedung Halang, and Tanah Sareal. 

• Ciliwung Care Community or Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) is a voluntary community that cares for Ciliwung river sanitation and preservation. This community is based in Bogor. More detailed information about this community and competition can be seen in www.tjiliwoeng.blogspot.com
Tags :
Links: | edit post Bookmark and Share

RILIS PERS Lebih dari 2,500 Karung Sampah Diangkat dari Sungai Ciliwung

Pengirim rita mustikasari On Minggu, Juni 02, 2013 0 Komentar
Warga Bogor Antusias mengikuti Lomba Mulung Sampah Ciliwung
Bogor, 1 Juni 2013- Sebanyak 2,678 karung berisi sampah anorganik berhasil diangkat oleh warga Kota Bogor dari Sungai Ciliwung. 2,458 warga Bogor turun ke Sungai Ciliwung pagi tadi. Mereka memungut sampah yang mengalir di sungai juga yang terdapat di bantaran. Hari ini Lomba Mulung Sampah Ciliwung antar-kelurahan se-Kota Bogor kembali dihelat oleh Komunitas Peduli Ciliwung dan Pemerintah Kota Bogor.


Ada yang tidak biasa Sabtu pagi ini di sepanjang Sungai Ciliwung di Kota Bogor. Sungai itu ramai dipenuhi orang-orang yang menenteng karung dan memungut sampah. Tak jarang beberapa dari mereka harus berdiri di tengah derasnya arus sungai dan berbasah-basahan untuk mengambil sampah yang menyangkut di bebatuan dan terbelit di dasar sungai. Mereka merupakan warga Bogor yang mengikuti Lomba Mulung Sampah Ciliwung antar Kelurahan se-Kota Bogor.

Lomba ini merupakan acara tahunan yang diinisiasi oleh Komunitas Peduli Ciliwung Bogor. Kelurahan yang terletak di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung ini berlomba untuk mendapatkan piala bergilir dari Walikota Bogor serta hadiah uang tunai puluhan juta rupiah. Kriteria penilaian dalam lomba adalah jumlah karung yang dikumpulkan, jumlah peserta yang ikut berpartisipasi dan kreativitas warga selama lomba. Dari penilaian tersebut setiap kelurahan mendapatkan poin yang kemudian dijumlah. Kelurahan yang mendapatkan poin tertinggi yang akan menjadi pemenang.

Sebanyak 2,678 karung berukuran 25 kilogram berisi sampah anorganik berhasil diangkat dari Sungai Ciliwung. Sampah ini kemudian akan diangkut oleh Dinas Kebersihan. Kebanyakan sampah didominasi oleh sampah plastik, sebagian adalah sampah yang sudah lama menumpuk sehingga menyangkut di bebatuan dan membentuk lilitan-biasa disebut “anakonda” oleh anggota Komunitas Peduli Ciliwung.
Setelah penghitungan poin, Kelurahan Tanah Sareal berhasil menyabet gelar juara dan mendapatkan piala bergilir Walikota Bogor, diikuti oleh Kelurahan Bantarjati dan Kelurahan Sempur. Piala dan hadiah akan diserahkan langsung oleh Walikota Bogor pada 3 Juni mendatang di Gedung DPRD pada saat puncak Hari Jadi Bogor.

Tahun ini merupakan tahun kelima acara lomba mulung diselenggarakan. Tahun kemarin acara ini resmi mendapat dukungan Pemerintah Kota Bogor dan menjadi salah satu rangkaian kegiatan Hari Jadi Bogor. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor, Daud Nedo Darenoh mengatakan, ”Kami memang berkomitmen mendukung pelestarian Ciliwung. Kami harap ini bisa berlangsung terus karena sangat positif. Masyarakat sudah tahu bahwa pada Hari Jadi Bogor ada kegiatan bersih Ciliwung. Semoga masyarakat sadar dan bisa terus menjaga Ciliwung tidak hanya pada saat Hari Jadi Bogor.”

Ketua Gerakan Ciliwung Bersih, Erna Witoelar dan Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Setiawan juga menyatakan dukungannya agar kegiatan ini selanjutnya bisa dilakukan serentak dari Puncak hingga Jakarta.

Muslich menambahkan, “Kami juga berharap kota lain bisa mereplikasi kegiatan semacam ini. Bayangkan jika dari Bogor, Depok hingga Jakarta dari hulu ke hilir bisa diselenggarakan acara seperti ini, akan luar biasa sekali dampaknya terhadap kelestarian Sungai Ciliwung.”

KONTAK

Muhamad Muslich, Koordinator Lomba Mulung Sampah Ciliwung ke-5
mobile phone: 0813 812 34648, e-mail: muhamad.muslich@ui.ac.id

Daud Nedo Darenoh, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor
mobile: 081316499494

Sheila Kartika, permintaan dokumentasi, foto
mobile phone: 0856 887 1996, e-mail: sheilakartika88@gmail.com


CATATAN UNTUK EDITOR:
•Sungai Ciliwung mengalir sepanjang 117 km dari wilayah hulunya di Cagar Alam Telaga Warna (Puncak) hingga bermuara di Teluk Jakarta. Aliran sungai ini melintasi wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, dan Provinsi DKI Jakarta.

• Terdapat 12 kelurahan yang menjadi peserta Lomba Mulung Ciliwung tahun ini yaitu Kelurahan Katulampa, Kelurahan Tajur, Kelurahan Sindang Rasa, Kelurahan Sukasari, Kelurahan Babakan Pasar, Kelurahan Baranangsiang, Kelurahan Sempur, Kelurahan Bantarjati, Kelurahan Kedung Badak, Kelurahan Cibuluh, Kelurahan Kedung Halang dan Kelurahan Tanah Sareal.

•Penilaian dalam kompetisi ini berdasarkan atas tiga kriteria, yaitu: (1) jumlah warga yang ikut berpartisipasi di setiap kelurahan (2) jumlah karung sampah berukuran 25 kg yang terkumpul, dan (3) dukungan dari warga masyarakat di setiap kelurahan (moril dan materiil) serta kreativitas warga.

•Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) adalah sebuah komunitas warga yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian Sungai Ciliwung. Komunitas ini berbasis di Bogor. Informasi lebih detil tentang kompetisi dan komunitas ini dapat diperoleh di www.tjiliwoeng.blogspot.com
Tags :
Links: | edit post Bookmark and Share

Lomba Mulung Sampah Ciliwung se-Kota Bogor Kembali Digelar

Pengirim Tjiliwoeng Dreams On Jumat, Mei 31, 2013 1 Komentar
Komunitas Peduli Ciliwung Gelar Serangkaian Acara untuk Ciliwung

Kotahujan.com- Besok, lomba Mulung Sampah Ciliwung Antar Kelurahan se-Kota Bogor kembali digelar. Diperkirakan 2000 warga Bogor akan berpartisipasi mengangkut sampah dari Sungai Ciliwung. Acara yang memasuki tahun kelima ini sejak tahun lalu telah resmi menjadi salah satu kegiatan dalam rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Bogor.

Lomba Mulung Sampah Ciliwung merupakan acara tahunan yang diinisiasi oleh Komunitas Peduli Ciliwung Bogor. Dua belas kelurahan yang terdapat di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung akan berlomba memperebutkan piala bergilir dari Walikota Bogor serta hadiah uang tunai. Setiap kelurahan akan mengerahkan warganya untuk berpartisipasi mengangkat sampah yang ada di Ciliwung dan bantarannya serta mempercantik lingkungan sekitar.

Kriteria penilaian dalam lomba ini adalah jumlah peserta yang ikut berpartisipasi, jumlah karung yang dikumpulkan dan kreativitas warga selama lomba. Dari penilaian tersebut setiap kelurahan mendapatkan poin yang kemudian dijumlah. Kelurahan yang mendapatkan poin tertinggilah yang akan menjadi pemenang. Adapun 12 Kelurahan yang ikut serta, yaitu: Kelurahan Tajur, Kelurahan Sindang Rasa, Kelurahan Katulampa, Kelurahan Babakan Pasar, Kelurahan Sukasari, Kelurahan Baranangsiang, Kelurahan Sempur, Kelurahan Bantarjati, Kelurahan Tanah Sareal, Kelurahan Kedung Badak, Kelurahan Cibuluh, dan Kelurahan Kedung Halang. 

Een Irawan Putra, Koordinator Komunitas Peduli Ciliwung mengatakan,” Setiap tahun jumlah peserta lomba semakin meningkat dan warga semakin antusias. Tahun ini kami menargetkan minimal 150 orang dari setiap kelurahan bisa berpartisipasi. Ditambah dengan bantuan dari berbagai pihak dan tamu dari Bandung maka kurang lebih akan ada 2000 warga yang turun ke Ciliwung besok.” 

Walikota Bogor, Diani Budiarto beserta Ketua Gerakan Ciliwung Bersih, Erna Witoelar dikabarkan akan turut hadir untuk melepas tim juri dan relawan di Kedai Telapak, Gedung Alumni IPB Bogor pukul 06:00 WIB. 

Selain lomba mulung sampah, Komunitas Peduli Ciliwung juga menyelenggarakan kegiatan lainnya yaitu lomba fotografi dan bakti sosial berupa pengobatan gratis untuk warga bantaran Sungai Ciliwung. Bekerja sama dengan Komunitas Fotografi Bogor, lomba fotografi dengan tema “Hidup Kami di Sungai Ciliwung” ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan Sungai Ciliwung melalui foto. Dengan tidak memungut biaya pendaftaran dan menyediakan hadiah uang tunai bagi pemenang, diharapkan lomba ini bisa diikuti banyak peminat fotografi dan bisa mengumpulkan foto-foto yang menggugah serta menginspirasi masyarakat. Pendaftaran lomba ini ditutup hingga 9 Juni 2013. Informasi mengenai lomba ini lebih lanjut dapat diakses di sini

Pada tanggal yang sama, 9 Juni 2013 juga akan diadakan bakti sosial berupa pengobatan gratis bagi warga bantaran Ciliwung. Bekerja sama dengan Paguyuban Dokter di Bogor dan Badan Sosial Lintas Agama, pengobatan gratis ini akan bertempat di Kelurahan Sempur dengan menargetkan 1000 pasien yang dapat dilayani. Akan diadakan pula penyuluhan kesehatan dan sanitasi melalui tayangan film dan diskusi langsung. Kegiatan ini juga akan melibatkan pukesmas setempat. Informasi mengenai acara ini lebih lanjut akan diberitahukan kemudian. 

Dengan mengusung tema Ciliwung Bebas Sampah, Kota Bogor Bersih. Een berharap kegiatan ini bisa berdampak besar dan jangka panjang, tidak hanya acara seremonial semata. Een mengatakan, “Jika kita bicara Sungai Ciliwung selalu identik dengan banjir dan sampah. Kami mencoba berbagai cara untuk bisa meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sungai yang melewati ibukota negara ini. Kita mengajak warga Kota Bogor untuk turun dan melihat Sungai Ciliwung, menyelamatkan Sungai Ciliwung dengan perasaan riang gembira dan semangat silahturahmi, bukan menjadi beban bagi warga bantaran. Semoga berbagai kegiatan yang kami selenggarakan ini bisa membawa warga lebih dekat dengan Sungai Ciliwung dan sungai ini tidak lagi dipandang sebelah mata. Karena jika Ciliwung ruksak, hirup balangsak. Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi?” 

Jadi bagi Anda warga Bogor, sudah siapkah besok untuk mengenal lebih dekat Sungai Ciliwung? Jangan sampai Anda ketinggalan berpartisipasi dalam perhelatan ini.

Sumber: http://www.kotahujan.com/lomba-mulung-sampah-ciliwung-se-kota-bogor-kembali-digelar/
Tags :
Links: | edit post Bookmark and Share
Komunitas Peduli Ciliwung Gelar Serangkaian Acara untuk Ciliwung
Bogor, 31 Juni 2013- Lomba Mulung Sampah Ciliwung Antar Kelurahan se-Kota Bogor kembali digelar. Besok, 1 Juni 2013 diperkirakan 2000 warga Bogor akan berpartisipasi mengangkut sampah dari Sungai Ciliwung. Acara yang memasuki tahun kelima ini sejak tahun lalu telah resmi menjadi salah satu kegiatan dalam rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Bogor.


Lomba Mulung Sampah Ciliwung merupakan acara tahunan yang diinisiasi oleh Komunitas Peduli Ciliwung Bogor. Dua belas kelurahan yang terdapat di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung akan berlomba memperebutkan piala bergilir dari Walikota Bogor serta hadiah uang tunai. Setiap kelurahan akan mengerahkan warganya untuk berpartisipasi mengangkat sampah yang ada di Ciliwung dan bantarannya serta mempercantik lingkungan sekitar.

Kriteria penilaian dalam lomba ini adalah jumlah peserta yang ikut berpartisipasi, jumlah karung yang dikumpulkan dan kreativitas warga selama lomba. Dari penilaian tersebut setiap kelurahan mendapatkan poin yang kemudian dijumlah. Kelurahan yang mendapatkan poin tertinggilah yang akan menjadi pemenang. Adapun 12 Kelurahan yang ikut serta, yaitu: Kelurahan Tajur, Kelurahan Sindang Rasa, Kelurahan Katulampa, Kelurahan Babakan Pasar, Kelurahan Sukasari, Kelurahan Baranangsiang, Kelurahan Sempur, Kelurahan Bantarjati, Kelurahan Tanah Sareal, Kelurahan Kedung Badak, Kelurahan Cibuluh, dan Kelurahan Kedung Halang.

Een Irawan Putra, Koordinator Komunitas Peduli Ciliwung mengatakan,” Setiap tahun jumlah peserta lomba semakin meningkat dan warga semakin antusias. Tahun ini kami menargetkan minimal 150 orang dari setiap kelurahan bisa berpartisipasi. Ditambah dengan bantuan dari berbagai pihak dan tamu dari Bandung maka kurang lebih akan ada 2000 warga yang turun ke Ciliwung besok.”

Lomba ini juga dibantu oleh berbagai pihak, mulai dari Kementerian Lingkungan Hidup, Pemerintah Kota Bogor, Kodim 0606 Bogor, Polres Kota Bogor, warga bantaran Sungai Ciliwung serta kalangan mahasiswa. Walikota Bogor, Diani Budiarto beserta Ketua Gerakan Ciliwung Bersih, Erna Witoelar juga akan hadir untuk melepas tim juri dan relawan di Kedai Telapak, Gedung Alumni IPB Bogor pukul 06:00 WIB.

Selain lomba mulung sampah, Komunitas Peduli Ciliwung juga menyelenggarakan kegiatan lainnya yaitu lomba fotografi dan bakti sosial berupa pengobatan gratis untuk warga bantaran Sungai Ciliwung.

Bekerja sama dengan Komunitas Fotografi Bogor, lomba fotografi dengan tema “Hidup Kami di Sungai Ciliwung” ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan Sungai Ciliwung melalui foto. Dengan tidak memungut biaya pendaftaran dan menyediakan hadiah uang tunai bagi pemenang, diharapkan lomba ini bisa diikuti banyak peminat fotografi dan bisa mengumpulkan foto-foto yang menggugah serta menginspirasi masyarakat. Pendaftaran lomba ini ditutup hingga 9 Juni 2013.

Selain itu, pada tanggal yang sama 9 Juni 2013 juga akan diadakan bakti sosial berupa pengobatan gratis bagi warga bantaran Ciliwung. Bekerja sama dengan Paguyuban Dokter di Bogor dan Badan Sosial Lintas Agama, pengobatan gratis ini akan bertempat di Kelurahan Sempur dengan menargetkan 1000 pasien yang dapat dilayani. Akan diadakan pula penyuluhan kesehatan dan sanitasi melalui tayangan film dan diskusi langsung. Kegiatan ini juga akan melibatkan pukesmas setempat.

“Jika kita bicara Sungai Ciliwung selalu identik dengan banjir dan sampah. Kami mencoba berbagai cara untuk bisa meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sungai yang melewati ibukota negara ini. Kita mengajak warga Kota Bogor untuk turun dan melihat Sungai Ciliwung, menyelamatkan Sungai Ciliwung dengan perasaan riang gembira dan semangat silahturahmi, bukan menjadi beban bagi warga bantaran. Semoga berbagai kegiatan yang kami selenggarakan ini bisa membawa warga lebih dekat dengan Sungai Ciliwung dan sungai ini tidak lagi dipandang sebelah mata. Karena jika Ciliwung ruksak, hirup balangsak. Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi?” tutur Een Irawan Putra.

---
KONTAK

Een Irawan Putra, Koordinator Komunitas Peduli Ciliwung
mobile phone: 0813 880 41414, e-mail: irawanputra@gmail.com

Sheila Kartika, permintaan video, dokumentasi dan konfirmasi peliputan
mobile phone: 0856 887 1996, e-mail: sheilakartika88@gmail.com


CATATAN UNTUK EDITOR:
•Sungai Ciliwung mengalir sepanjang 117 km dari wilayah hulunya di Cagar Alam Telaga Warna (Puncak) hingga bermuara di Teluk Jakarta. Aliran sungai ini melintasi wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, dan Provinsi DKI Jakarta.

•Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) adalah sebuah komunitas warga yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian Sungai Ciliwung. Komunitas ini berbasis di Bogor. Informasi lebih detil tentang kompetisi dan komunitas ini dapat diperoleh di www.tjiliwoeng.blogspot.com


Tags :
Links: | edit post Bookmark and Share

    Arsip2 Tjiliwoeng
    Label:
    Recent Posts

    Tjiliwoeng_Dreams

    -----------------------  Global Voice -----------------------
    Komoenitas Pedoeli Tjiliwoeng
    Saoeng Tepijan Soengaij Tjiliwoeng,
    Jalan Sempur Kaler No. 62,
    Kelurahan Sempur, Bogor
    Tel.0856 123 52 98
    +++ e-mail: tjiliwoeng@gmail.com
    +++
    kontak:
    • Hari Yanto (0856-1235298),
    • Ruby Vidia Kusumah (0878-78757205),
    • Een Irawan Putra (0815-9753580),
    • Hapsoro (0815-85719872)
    TopBottom